Hasil Rangkuman Presentasi Kelompok 3 Dasar-Dasar manajemen (Rafiqi)

 PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN


Diperkirakan manusia sudah mempraktikkan manajemen ribuan tahun yang lalu sebagai contoh bangsa Mesir kuno yang hidup 5000 tahun yang lalu telah berhasil membangun piramida.

Kendati praktik manajemen sudah dilaksanakan sejak ratusan atau ribuan tahun yang lalu, namun berbagai peradaban masa lalu tersebut belum berhasil mensistematisasi manajemen menjadi sebuah kumpulan pengetahuan sistematis yang akan melahirkan disiplin ilmu manajemen (Lawrance, 1984).

Berbagai pendekatan yang digunakan dalam disiplin ilmu manajemen

1. Universal Proses Approach (Pendekatan fungsional)

pendekatan proses universal merupakan pendekatan yang paling tua dan paling populer dalam pemikiran manajemen. proses manajemen secara universal dapat disederhanakan menjadi sekumpulan fungsi dan prinsip yang saling berhubungan. Salah seorang tokoh terkemuka tentang pendekatan proses universal adalah Henry fayol pada tahun 1916 di usianya yang ke 75.


pekerjaan manajer dapat dibagi kedalam lima fungsi yang mencerminkan tanggung jawab manajer kelima fungsi tersebut adalah planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling.


untuk menjalankan fungsi tersebut manajer membutuhkan sejumlah prinsip dalam pengelolaan organisasi yang dinyatakan oleh file sebagai 14 prinsip manajemen yaitu :


Devision Of Works (Pembagian Kerja)


untuk mencapai tujuan organisasi pekerjaan harus dibagi kepada para pekerja sehingga pembagian kerja itu akan meningkatkan keahlian pekerja karena adanya proses spesialisasi kerja.


Authority (Wewenang)


 yaitu hak untuk memerintah bawahan hak tersebut diberikan secara bersamaan dengan tanggung jawab yang dimiliki seorang manajer terhadap pencapaian hasil kerja bagian yang dipimpinnya.


Discipline (Disiplin)


yaitu sikap patuh terhadap aturan organisasi yang harus dimiliki oleh manajer maupun karyawan sikap ini akan memungkinkan organisasi berjalan dengan lancar.


Unity Of Command (kesatuan perintah)


 dalam hal ini setiap karyawan harus menerima perintah hanya dari satu atasan agar karyawan terhindar dari kebingungan di dalam pelaksanaan tugas.


Unity Of Direction (kesatuan arah)


 usaha yang dilakukan oleh manajer maupun karyawan di dalam organisasi harus dikoordinasikan dan difokuskan kepada suatu arah atau tujuan yang sama.


Subordination Of Individual Interest To The General Interest (meletakkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi)


 dalam hal ini setiap karyawan maupun manajer harus meletakkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi sehingga tidak terjadi perbedaan kepentingan (conflict of interest) yang akan menghambat pencapaian tujuan organisasi.


Remuneration (penggajian)


 setiap karyawan harus dibayar secara wajar sesuai dengan kontribusi yang mereka bagi berikan bagi organisasi



Centralization (pemusatan wewenang)


 agar pemberian perintah dapat berjalan dengan efektif, dibutuhkan pemusatan wewenang Saclar Chain (rantai saklar)


Rantai saklar akan menunjukkan rantai komando yang tergambar di dalam struktur organisasi formal. Rantai komando ini perlu dipahami oleh masing-masing karyawan agar dapat melakukan pelaporan dan koordinasi pekerja secara jelas


Order (keteraturan)


 menunjukkan pernyataan orang dan material secara teratur di tempat kerja.


Equity (Keadilan)


 manajer harus memperlakukan karyawan dengan adil untuk memperoleh loyalitas dan kesungguhan pekerja karyawan.


Stability And Tenure Of Personal (Stabilitas Tenaga Kerja)


 dalam hal ini perusahaan harus berupaya mempertahankan karyawan terutama yang memiliki kinerja baik, karena kehilangan karyawan dengan kinerja baik akan mengakibatkan menurunnya produktivitas atau minimal mengharuskan perusahaan melatih kembali karyawan baru untuk mencapai tahap keahlian setara dengan karyawan lama.


Initiatives (Inisiatif)


manajemen harus merangsang karyawan untuk memikirkan rencana dan melaksanakan rencana tersebut karena karyawan akan memiliki kepuasan lebih besar bila mereka bisa melaksanakan apa yang mereka rencanakan


Esprit de corps (menghormati korps)


 merupakan suatu kondisi dimana manajer dan karyawan arti organisasi tempat dimana dia bekerja di antaranya dengan menjaga nama baik organisasi.




2. Operational Approach (pendekatan operasional)


pendekatan operasional berawal didalam industri manufaktur dan berkaitan dengan kegiatan manajemen perusahaan yang berorientasi kepada kegiatan produksi. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi, memangkas pemborosan, dan meningkatkan mutu, atau sering disebut sebagai scientific management karena menerapkan kaidah ilmiah dalam kegiatan manajemen produksi untuk menggantikan praktik tradisional berdasarkan kebiasaan.


3. Behavioral Approach (pendekatan perilaku)


Pendekatan perilaku merupakan suatu pendekatan yang mengalami perkembangan secara evolusioner. Toko penting yang dianggap memberikan kontribusi paling besar bagi berkembangnya pendekatan perilaku adalah Elton Mayo. Mayo dan tim penelitinya mengambil sebuah kesimpulan bahwasanya apabila suatu suatu pemimpin yang memperlakukan karyawannya dengan baik maka produktivitas karyawan akan mengalami kenaikan. Toko kedua yang memberi sumbangan ilmu bagi perkembangan pendekatan perilaku adalah Mary Parker Follett. Toko ketiga yang memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan pendekatan perilaku adalah Douglas Mcgregor.


4. System Approach (Pendekatan Sistem)


Pemikiran manajemen modern lainnya yang sangat dipengaruhi oleh pendekatan sistem adalah pandangan bahwa organisasi seperti halnya manusia yang merupakan suatu sistem terbuka, memiliki kemampuan berpikir dan belajar. Dasar pemikiran ini membentuk apa yang kemudian disebut sebagai knowledge management, yakni suatu inisiatif strategik yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengekploitasi berbagai ide yang berharga dari sumber daya manusia, baik dari yang berasal dari internal organisasi maupun dari luar organisasi agar organisasi dapat memperoleh keunggulan bersaing (Kreiner, 2007).


5. Contingency Approach (Pendekatan Kontingensi/situational)


Metode kontingensi muncul karena selalu terjadi metode-metode yang digunakan kurang efektif. Disebut metode situasi karena digunakan untuk memecahkan persoalan manajer di situasi yang tepat. Seorang manajer dapat mengidentifikasi dan memilih metode yang paling tepat pada situasi lain. Pada pendekatan kontingensi Tindakan manajer mengatasi masalah bergantung situasi yang di hadapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Pengarahan: Definisi, Fungsi dan Faktor

Konsep Stakeholder Perusahaan

Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, Keuntungan dan Resiko